Tablet baru Samsung dijual mulai Rp21,9 juta. Seorang pengulas mengingatkan: beli karena butuh, bukan ikut-ikutan.
Uang Rp21.999.000 bisa membawa pulang laptop yang cukup bertenaga. Dengan dana yang sama, kini Anda juga bisa membeli Galaxy Tab S12+, tablet Samsung yang beredar di Indonesia sejak 7 Oktober 2026.
Mana yang lebih masuk akal? Pengulas gawai Taufik Nobo membahasnya dalam video di YouTube yang tayang 5 Oktober 2026.
"Apa enggak mendingan beli laptop? Jawabannya mungkin tidak," kata Taufik.
Siapa yang Cocok
Jawabannya bergantung pada pekerjaan. Bagi kebanyakan orang, Taufik mengakui laptop memang pilihan wajar.
Namun ilustrator lain cerita. Mereka banyak bekerja langsung di tablet memakai aplikasi seperti Clip Studio Paint di Android.
"Banyak banget yang memilih menggunakan tablet dibandingkan menggunakan desktop," ucap Taufik.
Baginya, tablet mahal wajar dibeli bila bisa menghasilkan uang. Kalau cuma untuk mengetik atau menonton, itu keputusan pribadi masing-masing.
"Jadi enggak yang beli hanya konsumtif aja, tapi emang lu beli karena emang ada manfaat yang pasti buat diri lu sendiri," tegasnya.
Daftar Harga
Ini harga resmi di Indonesia. Tab S12+ Wi-Fi Rp21.999.000 dan 5G Rp23.499.000.
Tab S12 Ultra Wi-Fi Rp25.499.000. Versi 5G-nya Rp27.999.000.
Semua sudah termasuk S Pen dan Book Cover Keyboard Slim. Hanya ada satu pilihan memori, RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, bisa ditambah microSD hingga 2 TB.
Bedanya ada di layar dan baterai. Plus memakai layar 12,6 inci dengan baterai 10.600 mAh, Ultra 14,6 inci dengan 11.600 mAh.
Keduanya memakai cip MediaTek Dimensity 9500, layar Dynamic AMOLED 2X dengan terang puncak 1.600 nit, dan pengisian daya 45 watt.
Kenapa tak ada model biasa? Widyantoko Utomo, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskannya kepada Detik.
"Kami menghadirkan pilihan lini produk ini dengan evaluasi. Bagaimana tren konsumen setelah melakukan pembelian, kami survei bahwa mereka itu semakin mencari layar yang lebih besar," katanya.
Kedua tablet sudah lolos sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Kemenperin, nilainya 39,08 persen.
Masih ada satu aksesori yang harganya belum diketahui, yaitu Keyboard Pro untuk Ultra. Saat dicoba Taufik, unitnya masih contoh. "Yang ini baru barang demo aja," ujarnya.
*