Nasional

Kampung Narkoba Diburu, Kapolri Suyudi Perintahkan Pemetaan

Kapolri Suyudi Ario Seto
Kapolri Suyudi Ario Seto

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung narkoba di wilayah masing-masing. Instruksi itu disampaikan di Jakarta, Kamis (15/10/2026), bersamaan dengan perintah memburu para bandar.

Perintah itu datang langsung dari pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Jenderal Suyudi meminta setiap Kapolda memulai identifikasi sebagai langkah awal operasi bumi hangus terhadap kampung narkoba di seluruh Tanah Air.

"Saya menginstruksikan untuk seluruh Kapolda melakukan mapping (pemetaan) terhadap kampung-kampung narkoba di wilayahnya masing-masing," ujar Suyudi. Ia menambahkan, pemetaan harus berjalan beriringan dengan penangkapan bandar yang selama ini mengedarkan narkoba.

Menurut Suyudi, Polri harus berdiri di garda terdepan pemberantasan narkoba. Institusi itu, kata dia, juga mesti menjadi harapan masyarakat yang ingin wilayahnya bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Di Jakarta, Kapolri menyebut Kampung Ambon dan Kampung Bahari sebagai contoh kawasan yang harus ditindak keras. Ia juga menyinggung kawasan lain tanpa merinci nama-namanya.

Hasil Operasi Serentak di Jakarta, Sumut, Riau, dan Sulsel

Sejak dilantik pekan lalu, Suyudi langsung menggerakkan seluruh Polda untuk menggelar operasi serempak. Polri menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan pemerintah daerah dalam kerja gabungan ini.

Di Jakarta Barat, petugas bergerak ke Kampung Ambon-Cengkareng dan Kampung Boncos-Palmerah. Mereka menangkap 24 orang yang diduga menyalahgunakan narkoba.

Sumatera Utara menggelar operasi di sembilan titik dan menahan 36 orang. Polisi menyita 102 gram sabu-sabu dari lokasi tersebut. Riau mencatat 68 orang ditangkap, dan 63 di antaranya positif amfetamin.

Makassar menyumbang angka terbesar, yakni 104 orang. Tiga di antaranya berstatus bandar dan pengedar. Operasi serupa berlangsung pula di Palu, Palembang, dan Palangkaraya. Jika dijumlahkan, empat wilayah yang datanya tersedia menjaring 232 orang.

Polisi Gerebek MP Club Pekanbaru
Polisi Gerebek MP Club Pekanbaru

Koordinasi Lintas Lembaga dan Peran Warga

Suyudi menegaskan rangkaian operasi ini tidak akan berhenti. Ia menyebut penindakan tersebut bertujuan menjerat pelaku sekaligus membongkar jaringan peredaran di seluruh Indonesia.

"Polri akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam pemberantasan narkoba ini," kata dia.

Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengawasi lingkungan masing-masing dari bahaya peredaran narkotika. Pengawasan dari lingkungan terkecil membantu aparat membaca pergerakan jaringan.

Instruksi pemetaan kampung narkoba kini berada di tangan para Kapolda. Publik menanti pelaksanaannya di lapangan, terutama dalam membuktikan peran bandar dan menghormati prosedur hukum. Mereka yang ditangkap tetap berstatus terduga hingga proses hukum berjalan.