Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menjadi juara BWF World Junior 2026 di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10/2026). Ganda campuran Indonesia itu mengalahkan Feng Yi Lang/Li Meng Han dari China dengan skor 17-15, 8-15, 16-14.
Pertandingan puncak berlangsung di Cairo International Stadium. Kemenangan ini menjadi ujung perjalanan Luthfi/Dian di Kairo. Keduanya bermain penuh determinasi melawan pasangan China yang agresif sepanjang laga. Skor akhir 17-15, 8-15, dan 16-14 memperlihatkan tipisnya jarak antara kedua pasangan. Satu-dua poin saja bisa mengubah arah hasil di gim pertama maupun ketiga.
Turnamen junior dunia ini berlangsung sejak awal Oktober 2026 dan mempertemukan pemain di bawah usia 19 tahun dari berbagai negara. Final ganda campuran menjadi salah satu partai yang paling ditunggu pencinta bulu tangkis Tanah Air. Publik Indonesia menaruh perhatian besar karena Luthfi/Dian membawa harapan gelar di nomor tersebut.
Gim Pertama Berjalan Alot
Luthfi/Dian berusaha tampil terbaik sejak servis pertama. Namun, Feng Yi Lang/Li Meng Han memberikan perlawanan yang cukup rapat. Kedua pasangan saling mengejar angka dan nyaris tidak ada yang mampu menjauh. Pada akhirnya, wakil Indonesia mematahkan perlawanan lawan dan menutup gim pembuka dengan skor 17-15.
Memasuki gim kedua, pasangan China tampil lebih bersemangat untuk membalas kekalahan. Luthfi/Dian terlihat kewalahan menghadapi tempo permainan yang meningkat. Feng/Li memanfaatkan situasi itu dan merebut gim tersebut dengan skor 15-8. Hasil ini memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentu.
Gim Ketiga Menentukan Gelar Juara BWF World Junior 2026
Luthfi/Dian tidak ingin mengulang performa buruk di gim kedua. Mereka masuk ke lapangan dengan sikap lebih ngotot dan mengambil poin demi poin dari lawan. Feng/Li tetap menempel ketat, sehingga skor terus berbalas hingga akhir. Kerja keras itu berbuah hasil maksimal setelah Luthfi/Dian menang 16-14 dan mengunci gelar.
Dari hasil tersebut, ketenangan di poin-poin akhir tampak menjadi pembeda. Dalam dua gim yang dimenangkan Indonesia, selisih kemenangan hanya dua poin. Pasangan China pun menunjukkan kualitas, terbukti dari kemampuan mereka memaksa laga berlangsung tiga gim. Konsentrasi di momen krusial akhirnya menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi.
Perjalanan Panjang Menuju Kairo
Turnamen ini sempat mengalami perubahan tuan rumah. PBSI mengembalikan hak penyelenggaraan kepada BWF pada 24 Januari 2026, padahal acara semula dijadwalkan di Solo, Jawa Tengah. Kepala Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menyebut keputusan itu sulit dan lahir dari evaluasi internal. Setelah itu, BWF membuka kembali proses penawaran dan menetapkan Mesir sebagai tuan rumah pada 8 Mei 2026.
Di Kairo, Luthfi sudah tampil sejak babak beregu. Bersama Atresia Naufa Candani, ia membantu Indonesia menang 2-0 atas Sri Lanka di Grup C2 pada Selasa (6/10/2026). Kemenangan itu menjaga momentum tim sebelum fase gugur dimulai. Kini Luthfi menambah catatan manis lewat gelar nomor perorangan bersama Dian di ganda campuran.
Makna Gelar bagi Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Kejuaraan dunia junior pertama kali digelar pada 1992 di Jakarta. Sejak itu, ajang ini menjadi tolok ukur pembinaan atlet usia muda. Sejumlah juara junior kemudian meraih gelar juara dunia di level senior. Karena itu, gelar Luthfi/Dian memberi sinyal positif bagi regenerasi ganda campuran Indonesia.
Meski demikian, jalan menuju level senior jauh lebih menantang. Persaingan di ganda campuran dunia sangat ketat dan menuntut konsistensi. Pembinaan berkelanjutan dari PBSI serta jam terbang di turnamen internasional akan sangat menentukan perkembangan keduanya. Pemain muda juga perlu menjaga kondisi fisik dan mental agar performa tetap stabil sepanjang musim.
Secara keseluruhan, Luthfi/Dian membuktikan mental juara lewat sikap bangkit setelah kalah di gim kedua. Gelar juara BWF World Junior 2026 ini menutup kiprah Indonesia di Kairo dengan catatan membanggakan dan memberi harapan baru bagi bulu tangis nasional.