Susunan pemain Barcelona vs Real Madrid mulai terbaca jelang El Clasico di Spotify Camp Nou, Senin (26/10/2026) pukul 03.00 WIB. Hansi Flick dan Jose Mourinho sama-sama diperkirakan memakai formasi 4-2-3-1, sementara Real Madrid kehilangan Vinicius Junior karena skorsing.
Kontan memprediksi Hansi Flick memakai formasi 4-2-3-1 untuk menjamu Real Madrid. Joan Garcia mengawal gawang, dengan Joao Cancelo, Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Gerard Martin di lini belakang. Rodri dan Pedri mengisi poros ganda.
Di belakang striker, Lamine Yamal, Fermin Lopez, dan Gordon bertugas menciptakan peluang. Raphinha tampil sebagai ujung tombak. Bola.net juga menempatkan Rodri dan Fermin sebagai starter, sehingga dua nama itu cukup aman di susunan awal.
Sumber yang sama memperkirakan Real Madrid memakai pola serupa. Thibaut Courtois menjaga gawang, ditemani Federico Valverde, Ibrahim Konate, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella. Arda Guler dan Aurelien Tchouameni mengisi lini tengah.
Endrick, Jude Bellingham, dan Yan Diomande berada di belakang Kylian Mbappe. Kombinasi itu memadukan kecepatan dan kreativitas untuk memburu celah di pertahanan tuan rumah.
Duel Rodri dan Pedri melawan Guler dan Tchouameni berpotensi menentukan ritme pertandingan. Barcelona ingin menguasai bola dan memanfaatkan kecepatan Yamal di sisi kanan. Madrid akan mencari transisi cepat lewat Mbappe dan Endrick. Namun, susunan resmi baru keluar sekitar satu jam sebelum kick-off.
Vinicius Absen, Mourinho Tetap Andalkan Pilar Utama
Real Madrid harus bermain tanpa Vinicius Junior karena menjalani skorsing, menurut Mediakompeten. Absennya sayap Brasil itu memaksa Madrid mencari ketajaman dari sisi lain. Mourinho kemungkinan memberi tanggung jawab lebih besar kepada Endrick, Diomande, dan Mbappe.
Kontan menilai Mourinho tidak banyak mengubah komposisi andalannya sejak awal musim. Madrid datang dengan beban setelah kalah dari Real Betis dan Atletico Madrid pada awal kompetisi. Mereka juga baru tampil di Liga Champions tengah pekan.
Barcelona justru mendapat waktu istirahat lebih panjang. Menurut Mediakompeten, Rodri dan Gavi hanya bermain sekitar 60 menit pada laga terakhir, yang terbaca sebagai upaya menjaga kebugaran. Flick memang sering merotasi pemain dan menggeser posisi sejumlah nama sepanjang musim.
Rekam Jejak Jose Mourinho Hadapi Barcelona
Mourinho menjadi pusat perhatian karena kembali memimpin Real Madrid pada usia 63 tahun. Ia telah menghadapi Barcelona sebanyak 27 kali sepanjang kariernya, termasuk 17 pertandingan bersama Madrid. Presiden klub, Florentino Perez, pertama kali menunjuknya pada 2010.
Saat itu, Perez berharap Mourinho mampu menandingi Barcelona asuhan Pep Guardiola. Kini, ia kembali mengandalkan pelatih asal Portugal tersebut untuk membawa gelar LaLiga ke Santiago Bernabeu untuk kedua kalinya. Periode pertama Mourinho juga mencatat salah satu fase paling panas dalam sejarah modern El Clasico.
Perjalanannya tidak selalu mulus. Dalam sepuluh laga pertama melawan Barcelona, Mourinho hanya meraih satu kemenangan. Namun, performanya membaik di ujung periode itu: Madrid tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir dan menang tiga kali.
Tekanan Bernabeu dan Taruhan Gelar LaLiga
Mourinho datang dengan tantangan yang tidak ringan. Real Madrid sudah kalah dua kali dalam sembilan laga LaLiga musim ini. Para pendukung di kandang sendiri pun beberapa kali menyuarakan kekecewaan lewat siulan.
Barcelona datang dengan kondisi lebih stabil. Khelnow mencatat kemenangan 5-2 atas Real Betis pada 17 Oktober, saat Yamal mencetak gol dan memberi assist. Rapor itu membuat Barcelona lebih percaya diri di Camp Nou.
Dari kubu Barcelona, Xavi Espart sudah memberi sinyal soal intensitas laga. “Sejujurnya, pertandingan ini akan seperti perang,” kata pemain akademi itu kepada DAZN.
Prediksi skor dari Khelnow berakhir imbang 2-2, tetapi hasil itu hanyalah perkiraan. Faktor kebugaran, kedisiplinan bertahan, dan efektivitas penyelesaian akhir akan menentukan siapa yang unggul. Bagi Real Madrid, laga ini juga menjadi ujian besar bagi Mourinho tanpa salah satu pemain andalannya.
Pada akhirnya, susunan pemain Barcelona vs Real Madrid memperlihatkan dua pendekatan berbeda. Flick mengandalkan rotasi dan penguasaan bola, sedangkan Mourinho memilih konsistensi pemain andalan. Hasil di Camp Nou akan menunjukkan pendekatan mana yang lebih efektif dalam perburuan gelar LaLiga.