PT PLN (Persero) memperkenalkan layanan My eStove di Jakarta pada Kamis (22/10/2026) untuk mempercepat peralihan ke kompor listrik. Pelanggan dapat mengajukan kompor listrik PLN bersama penyambungan baru atau tambah daya lewat PLN Mobile mulai 27 Oktober 2026.
Program ini menjawab persoalan lama, yakni ketergantungan rumah tangga pada LPG. Pemerintah ingin mengurangi impor energi lewat pemanfaatan sumber domestik.
Cara Kerja Layanan My eStove
My eStove menggabungkan dua layanan dalam satu paket. Pelanggan yang menyambung baru atau menambah daya memperoleh kompor listrik dalam paket yang sama.
Pengajuan berlangsung lewat PLN Mobile, aplikasi resmi PLN untuk layanan pelanggan. Skema bundling ini memadukan urusan kelistrikan dan peralatan masak dalam satu pengajuan.
Di sektor hunian, PLN juga mengembangkan Eco Grid Living, ekosistem full-electric dengan tiga paket. Paket Eco Cooking menyasar pelanggan yang ingin memakai kompor listrik, sedangkan Eco Living menggabungkannya dengan fasilitas kendaraan listrik.
Mengapa Kompor Listrik PLN Dinilai Strategis
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyoroti kompor listrik sebagai jalan menekan impor energi di rumah tangga nonsubsidi.
"Kita masih bergantung pada LPG, sementara sekitar 80 persen LPG kita impor. Jadi, untuk sektor konsumsi nonsubsidi, kita ingin mengarahkannya ke penggunaan kompor listrik," kata Eniya.
Dari sisi korporasi, Wakil Direktur Utama PLN Yusuf Didi Setiarto mengaitkan langkah ini dengan swasembada energi. Menurut dia, peralihan rumah tangga ke listrik mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Insentif yang Disiapkan untuk Pelanggan
Katadata (9/10/2026) melaporkan PLN menyiapkan insentif untuk konversi dari kompor LPG ke kompor listrik. Executive Vice President Retail Sales and Customer Services PLN, Joni, membagi calon pengguna ke dalam tiga segmen. Kelompok berpenghasilan rendah menjadi sasaran utama subsidi, termasuk bantuan alat masak dan kompor listrik dari pemerintah. Pelanggan berdaya 2.200 VA ke atas yang beralih ke kompor induksi mendapat diskon tambah daya. Joni menyebut skema insentif banyak belajar dari insentif kendaraan listrik di awal era.
Sumbar Bisnis juga memberitakan program kolaborasi E-Stove akan meluncur akhir Oktober 2026 bersama produsen kompor dan pengembang perumahan. Pengembang yang menyediakan instalasi siap pakai untuk kompor induksi memperoleh diskon biaya penyambungan. PLN juga menyiapkan diskon tarif pada jam tertentu agar kompor listrik lebih ekonomis. Rincian akhir menunggu pengumuman resmi PLN.
Jejak Program Kompor Induksi Sebelumnya
Upaya mendorong kompor listrik bukan hal baru. Pada September 2020, PLN meresmikan Kampung Listrik PLN Green di Kota Tangerang dan Jakarta Timur, menurut laporan Bisnis.com. Kontan melaporkan PLN membagikan 232 kompor induksi dan mengedukasi warga cara memakainya. Kini PLN membawa pendekatan yang lebih luas, yaitu menggabungkan layanan listrik, peralatan, dan mitra pengembang.
Dampak bagi Rumah Tangga dan Ekosistem Energi
Bagi rumah tangga, peralihan ke kompor listrik berarti mengubah kebiasaan memasak sehari-hari. Pelanggan perlu memastikan daya terpasang cukup sebelum memilih paket. Layanan tambah daya dalam My eStove membantu kebutuhan tersebut.
Produsen peralatan listrik, pengembang perumahan, dan pemerintah menjadi tiga mitra kunci dalam skema ini. Pengembang dapat menyiapkan instalasi, produsen menyediakan kompor, dan PLN menghubungkan semuanya ke jaringan.
Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy menyebut perusahaan tidak hanya menjual kilowatt-jam. Rozy menegaskan skema ini lahir dari kerja bersama.
"Yang kami tanda tangani hari ini harus segera terasa manfaatnya di lapangan, di rumah-rumah pelanggan, di jalan raya, dan di atap-atap gedung," ujar Rozy.
Pemilik kendaraan listrik punya pilihan lain dalam ekosistem PLN. Eco Charging, misalnya, menyiapkan infrastruktur Home Charging Services (EV Ready) di rumah. PLN mencatat 5.120 SPKLU dan 103.116 home charger hingga September 2026, sebagai bagian ekosistem listrik lain.
My eStove menjadi ujian awal bagi janji kolaborasi yang PLN tandatangani bersama puluhan mitra. Keberhasilannya akan terlihat dari seberapa banyak rumah tangga yang benar-benar beralih dari LPG ke kompor listrik.