Nasional

Prabowo Apresiasi Wantimpres, Tegaskan Persatuan Nasional

Presiden Prabowo apresiasi Wantimpres
Presiden Prabowo apresiasi Wantimpres

Presiden Prabowo apresiasi Wantimpres dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia berterima kasih kepada para tokoh nasional di Dewan Pertimbangan Presiden dan menilai kebersamaan mereka mengirim pesan persatuan.

Presiden menyampaikan ucapan itu di penghujung arahannya dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan. Sidang berlangsung sore hari dan dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Seskab Teddy Indra Wijaya membuka sidang dan melaporkan peserta yang hadir, menurut Investortrust. Mereka meliputi Wantimpres, Dewan Ekonomi Nasional, penasihat khusus, utusan khusus, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua OJK.

Prabowo Apresiasi Wantimpres di Akhir Arahan

Prabowo mengucapkan terima kasih secara langsung kepada para tokoh yang bersedia mengisi Wantimpres. Ia menyebut kesediaan mereka sebagai kehormatan bagi dirinya.

“Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya ya. Begitu banyak tokoh-tokoh nasional, terima kasih,” kata Prabowo.

Presiden kemudian menyoroti kapabilitas dan rekam jejak para tokoh tersebut. Menurutnya, berkumpulnya tokoh besar bangsa dalam satu wadah memberi pesan kuat soal stabilitas dan persatuan nasional.

Dengan nada bercanda, ia lalu menyebut sejumlah nama secara khusus.

“Ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa, yang enggak kalah rambut putihnya, ya kan. Orang lihat ini aja apalagi di TV dilihat ke sana itu, ngeri,” selorohnya.

Para pejabat negara yang hadir menyambut selorohan itu dengan tepuk tangan.

Pesan Persatuan di Balik Candaan Presiden

Meski berkelakar, Prabowo menegaskan bahwa berkumpulnya para tokoh itu membawa misi penting. Misi tersebut menyangkut persatuan dan stabilitas negara.

“Ah, itulah namanya apa? Persatuan nasional ya, persatuan nasional,” pungkasnya.

Tema persatuan bukan hal baru dalam pidato Prabowo. Pada sidang kabinet paripurna pertama, 21 Oktober 2024, ia menyebut Kabinet Merah Putih sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan kebangsaan. Transkrip pengantar Presiden di laman Sekretariat Negara memuat pernyataan tersebut. Dua tahun berselang, gagasan yang sama kembali ia tekankan di hadapan para penasihatnya.

Susunan Wantimpres yang Baru Dilantik

Prabowo melantik anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pratikno menjabat ketua, Hatta Rajasa wakil ketua, dan Muhammad Qodari sekretaris, menurut Katadata. BCA Sekuritas, yang mengutip IQPlus, memuat daftar serupa. Anggota lain mencakup Chairul Tanjung, Shinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Bambang Soesatyo, Agum Gumelar, dan Said Aqil Siradj.

Lebih dari dua puluh tokoh dengan latar belakang beragam mengucap sumpah jabatan hari itu. Namun, nama Wiranto tidak tercantum dalam daftar yang dirilis kedua media tersebut. Redaksi juga belum menemukan keterangan resmi mengenai statusnya dalam sidang. Karena itu, pembaca perlu memahami penyebutan nama itu sebagai ucapan Presiden, bukan pengumuman keanggotaan baru.

Sidang Perdana di Halaman Tengah Istana

Rapat kali ini berbeda dari pertemuan kabinet sebelumnya. Istana memilih halaman tengah kompleks Kepresidenan sebagai lokasi untuk pertama kalinya, menurut laporan RMOL. Pemilihan ruang terbuka itu menjadi yang pertama selama pemerintahan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.

Agenda ini menjadi yang ketiga sepanjang 2026, setelah 13 Maret dan 20 Juli. Pratikno dan Hatta Rajasa duduk di barisan depan yang sejajar dengan Presiden. Forum tersebut juga bertepatan dengan genap dua tahun Kabinet Merah Putih sejak pelantikan 21 Oktober 2024.

Mengapa Peran Wantimpres Penting bagi Publik

Konstitusi menempatkan Wantimpres sebagai lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Bagi masyarakat, mutu pertimbangan itu ikut memengaruhi arah kebijakan di bidang ekonomi, sosial, hingga keagamaan. Dengan komposisi tokoh lintas bidang, Wantimpres berpeluang menghadirkan sudut pandang yang beragam bagi Presiden.

Publik pun berhak mengetahui siapa saja yang duduk di lembaga itu dan bagaimana mereka bekerja. Hingga kini, redaksi belum menemukan rincian agenda kerja Wantimpres setelah pelantikan.

Ucapan terima kasih Prabowo di sidang kabinet paripurna 21 Oktober 2026 menegaskan satu hal. Pemerintah ingin menampilkan persatuan nasional lewat kehadiran para tokoh senior di Wantimpres. Publik kini menanti wujud nyata dari pesan itu dalam kualitas nasihat dan kebijakan.

Sumber: Katadata, RMOL, Investortrust, BCA Sekuritas/IQPlus, dan Sekretariat Negara.