Mees Hilgers resmi comeback setelah absen 520 hari akibat cedera panjang. Bek Timnas Indonesia itu langsung menyatakan ambisi merebut posisi inti di lini belakang Garuda sambil memperkuat SC Heerenveen.
Bek keturunan Belanda yang kini berusia 25 tahun itu akhirnya kembali merumput dalam pertandingan resmi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 saat SC Heerenveen menghadapi Excelsior Maassluis di putaran pertama KNVB Beker. Timnya menang 2-0 berkat gol Dylan Vente dan Jacob Trenskow. Penampilan singkat itu mengakhiri masa panjang tanpa laga kompetitif sejak Mei 2025.
Hilgers terakhir kali bermain resmi bersama Timnas Indonesia melawan Jepang dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah itu, masalah kontrak dengan FC Twente dan cedera anterior cruciate ligament (ACL) memaksanya menepi. Ia kemudian bergabung dengan Heerenveen pada awal musim 2026/2027 dan menjalani proses pemulihan serta beberapa laga uji coba sebelum debut resmi.
Mees Hilgers Comeback dan Tekad Merebut Tempat Utama
Usai pertandingan, Hilgers tidak menyembunyikan rasa lega sekaligus ambisi besar. Ia menegaskan kondisi fisiknya sudah prima dan siap tampil secara reguler. Bagus, sudah sangat lama sejak saya memainkan pertandingan resmi, ujarnya kepada ESPN setelah laga. Ia menambahkan bahwa rasa itu terasa lebih panjang dari sekadar angka 520 hari.
Pemain yang memiliki darah Manado ini juga menekankan keyakinannya bahwa absen panjang tidak menghilangkan kemampuan bermain. Saya sangat senang bisa kembali mendapatkan menit bermain. Namun, bukan berarti Anda kehilangan kemampuan bermain sepak bola hanya karena tidak tampil dalam pertandingan, katanya. Ia merasa percaya diri dengan kondisi lutut dan ritme latihan di klub baru.
Pelatih Robin Veldman memberi kesempatan kepada Hilgers di sisa waktu pertandingan. Meskipun hanya bermain sekitar 15 menit dan sempat menerima kartu kuning, penampilan itu menjadi langkah penting. Heerenveen menjaga clean sheet hingga akhir, dan Hilgers ikut berkontribusi mempertahankan keunggulan.
Perjalanan Berat Menuju Comeback
Masa sulit Hilgers dimulai setelah gagal pindah ke Stade Brest pada musim panas sebelumnya. FC Twente kemudian mengeluarkan dirinya dari skuad meski ia sudah pulih dari cedera. Ia mengaku banyak menghabiskan waktu di rumah, menonton pertandingan, dan merenung. Situasi itu terasa aneh karena secara fisik ia merasa siap, namun tidak mendapat kesempatan bermain.
Setelah bergabung dengan Heerenveen, proses adaptasi tetap membutuhkan waktu. Ia sempat masuk daftar pemain dalam laga melawan PSV Eindhoven namun tetap duduk di bangku cadangan. Baru pada laga KNVB Beker kesempatan resmi datang. Laporan dari sejumlah media Belanda mencatat bahwa Hilgers sudah menjalani beberapa pertandingan uji coba sebelum debut tersebut.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada media, Hilgers menilai dirinya sudah pulih total beberapa bulan sebelum comeback. Ia siap bermain setiap minggu dan optimistis bisa menyesuaikan level penampilannya. Bahkan ia merasa berpotensi tampil lebih baik karena kini lebih matang secara usia dan pengalaman.
Ambisi Kembali ke Timnas Indonesia
Comeback di level klub langsung dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia. Sebelumnya, Hilgers sempat berkomunikasi dengan pelatih John Herdman terkait kondisinya. Ia berharap bisa mendapat panggilan pada FIFA Matchday November 2026, terutama menjelang persiapan Piala Asia 2027.
Skuad Garuda baru saja menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 pada awal Oktober. Hilgers ikut bahagia meski tidak bisa ikut berjuang di lapangan. Kini dengan menit bermain yang mulai didapat di Heerenveen, peluang comeback ke Timnas semakin terbuka. Ia ingin memastikan kebugaran optimal sebelum kembali mengenakan jersey Merah Putih.
Penggemar Timnas Indonesia menyambut kabar ini dengan antusias. Kisah pemain naturalisasi yang berjuang melawan cedera panjang kerap menjadi sumber inspirasi. Kehadiran Hilgers di lini belakang dinilai bisa menambah opsi bagi pelatih, terutama dalam menghadapi lawan-lawan kuat di level internasional.
Di sisi klub, tantangan berikutnya adalah merebut posisi di tim utama Eredivisie. Kompetisi liga Belanda menuntut konsistensi tinggi. Hilgers sadar bahwa debut di Piala KNVB hanyalah awal. Ia harus terus membuktikan diri dalam latihan dan pertandingan agar mendapat kepercayaan lebih besar dari pelatih.
Proses pemulihan cedera ACL memang panjang dan penuh risiko. Banyak pemain membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk kembali ke level semula. Hilgers memilih fokus pada progres harian dan tidak terburu-buru. Sikap itu terlihat dari caranya menyikapi kesempatan pertama di Heerenveen dengan tenang namun penuh determinasi.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada penampilan berikutnya. Apakah ia akan mendapat menit bermain lebih banyak di liga? Bagaimana respons pelatih Timnas terhadap progresnya? Pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab dalam minggu-minggu mendatang. Yang jelas, comeback setelah 520 hari menjadi titik balik penting dalam karier Mees Hilgers.
Bagi Timnas Indonesia, kehadiran bek yang sudah berpengalaman di kompetisi Eropa selalu menjadi nilai tambah. Dengan umur yang masih relatif muda, Hilgers masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Dukungan dari klub dan konsistensi penampilan akan menentukan seberapa cepat ia kembali menjadi bagian inti skuad Garuda.